Cegah Banjir Bekasi Terulang, Komisi V Desak Pemda Wajibkan Pengembang Bangun Sumur Resapan

author Viktor

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
kasus harun masiku
kasus harun masiku

i

Jakarta, GoBanten – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Sudjatmiko meminta Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah pencegahan banjir. Salah satunya, pemerintah harus mewajibkan para pengembang untuk membangun sumur resapan di setiap unit rumah yang dibangun, karena hal itu bisa mengurangi air banjir.

Menurut Sudjatmiko, pemerintah dan masyarakat bisa belajar dari banjir yang baru saja terjadi di daerah Bekasi. Banyak kesalahan yang terjadi, sehingga banjir itu datang. Salah satunya keterlambatan melakukan normalisasi sungai Bekasi. Normalisasi sungai sangat penting agar air hujan tidak meluap ke permukiman dan jalan.

“Sebagai warga Bekasi, saya mempunyai tanggung jawab, apalagi saya sebagai anggota DPR RI, saya akan memperjuangkan. Nanti pada saat RDUP dengan Kementeri PU dan stakeholder yang ada, saya akan memperjuangkan bagaimana sungai Bekasi itu dinormalisasi. Karena normalisasi itu butuh peran serta pemerintah dan masyarakat,” terang Sudjatmiko, Jumat (14/3/2025).

Dia juga menyoroti kondisi Daerah Aliran sungai (DAS) Kali Bekasi yang banyak disalahgunakan. Menurut dia, banyak bangunan permanen yang berdiri di DAS Kali Bekasi. Keberadaan bangunan itu jelas mengurangi luas lahan DAS. Selain itu, banyaknya alih fungsi lahan. Yaitu, lahan resapan yang kemudian dialihfungsikan menjadi bangunan.

“Saya akan memberikan informasi dan saran kepada pemda tidak boleh mengubah tatanan atau fungsi dari pada tanah. Yang awalnya dari situ tidak boleh dialihkan, ditingkatkan, atau diubah, tapi lahan itu malah menjadi mal atau perumahan. Kan di situ tempat menampungnya air. Ruang tidak ada, akhirnya jadi banjir,” bebernya.

Selanjutnya, Legislator asal Dapil Jawa Barat VI Kota Bekasi dan Depok itu juga akan mendesak pemerintah daerah untuk mewajibkan setiap pengembang untuk membangun sumur resapan di setiap rumah atau bangunan yang dibangun. Pemerintah juga harus mengimbau masyarakat untuk membangun sumur resapan di rumah mereka.

Selama ini, lanjut Sudjatmiko, air hujan dari talang langsung dialirkan ke got, kemudian mengalir ke sungai kecil, dan selanjutnya ke sungai besar. Tidak ada air hujan yang diserap ke tanah. Maka, ketika hujan deras, sungai pun tidak mampu menampung air, sehingga terjadi banjir.

“Ini harus menjadi perhatian. Jadi, semua rumah diwajibkan ada sumur resapan. Air dari talang tidak langsung ke got, tapi ke sumur resapan,” bebernya.

Menurut dia, keberadaan sumur resapan sangat penting. Sumur resapan bisa mengurangi air sampai 30 persen. Jadi, sebagian air hujan bisa diserap dalam sumur, sehingga tidak semuanya mengalir dan memenuhi sungai. Maka, sumur resapan sangat bermanfaat untuk mencegah banjir.

Terkait sumur resapan di Jakarta, Sudjatmiko mengatakan bahwa perencanaan sumur respaan di Jakarta itu bagus. Namun, pelaksanaannya tidak bagus. Seharusnya sumur resapan dibangun di dalam saluran air besar, bukan di tengah jalan.

Berikutnya, untuk mencegah banjir di Bekasi, Sudjatmiko meminta pemerintah segera membangun sudeetan ke Banjir Kanal Timur (BKT). Pihaknya sudah mengurus perizinannya dan diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Sekarang tugas Pemerintah Kota Bekasi adalah menyiapkan lahan untuk sudetan dari beberapa sungai di Bekasi ke arah BKT.

“Saya akan dorong Wali Kota Bekasi untuk membuat sudetan ke Banjir Kanal Timur. Itu izinnya sudah saya urus dan diperbolehkan. Tugas pemda adalah menyiapkan tanah, karena nanti beberapa sungai di Bekasi akan kita sudet ke BKT,” tandasnya

Tag :

Berita Terbaru

Ibadah Jemaat GKPI Tangerang Dibubarkan, DPD RI Minta Pemerintah Turun Tangan

Ibadah Jemaat GKPI Tangerang Dibubarkan, DPD RI Minta Pemerintah Turun Tangan

Senin, 21 Sep 2026 13:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:47 WIB

Filep menekankan terdapat dua aspek yang perlu berjalan bersamaan, yakni perlindungan kebebasan beribadah dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan.…

Ruang Hijau dan Fasilitas Komunitas Jadi Tren Baru Hunian di Tangerang

Ruang Hijau dan Fasilitas Komunitas Jadi Tren Baru Hunian di Tangerang

Senin, 21 Sep 2026 13:24 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:24 WIB

Kehadiran ruang hijau tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara area dalam dan luar rumah.…

CIMB Niaga Gandeng BPR dan BPRS, Perkuat Ekosistem Keuangan di Daerah

CIMB Niaga Gandeng BPR dan BPRS, Perkuat Ekosistem Keuangan di Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 13:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:33 WIB

Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan BPR dan BPRS dari berbagai daerah dengan pelaku industri perbankan.…

Nasib Pesangon dan Pekerja Outsourcing Dibahas, Ini 5 Tuntutan Buruh ke DPR

Nasib Pesangon dan Pekerja Outsourcing Dibahas, Ini 5 Tuntutan Buruh ke DPR

Kamis, 17 Sep 2026 21:46 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:46 WIB

Lima isu tersebut mencakup pengupahan, outsourcing atau alih daya, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pesangon.…

Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 NM, Hasilnya Mengejutkan

Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 NM, Hasilnya Mengejutkan

Kamis, 17 Sep 2026 21:42 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:42 WIB

Penghentian operasi diumumkan Gubernur Banten Andra Soni dari Posko Utama SAR Gabungan di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.…

Mengapa Bos Summarecon hingga Pejabat ATR/BPN Ditangkap KPK? Ini Duduk Perkaranya

Mengapa Bos Summarecon hingga Pejabat ATR/BPN Ditangkap KPK? Ini Duduk Perkaranya

Rabu, 16 Sep 2026 22:07 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:07 WIB

Penggeledahan dilakukan setelah KPK menetapkan delapan tersangka dari hasil operasi tangkap tangan pada 14 September 2026.…