Skandal Joki UTBK 2025: Jurusan Kedokteran Jadi Primadona Kecurangan

author Roby

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
fakultas kedokteran
fakultas kedokteran

i

Jakarta, GoBanten.com -- Jurusan Kedokteran menjadi pilihan favorit peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025. Namun, popularitas ini harus dibarengi praktik kecurangan yang mencoreng proses seleksi.

Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mendeteksi sedikitnya ada sepuluh joki dalam pelaksanaan ujian, dan sebagian besar dari joki tersebut disewa oleh peserta yang memilih Fakultas Kedokteran.

“Yang menarik dari temuan kasus ini, mayoritas pilihan prodi peserta yang bermasalah adalah fakultas kedokteran,” ungkap Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, dalam konferensi pers yang disiarkan lewat akun YouTube SNPMB, Selasa (29/4).

Menurut Eduart, jasa para joki ini tidak murah. Biaya yang dikeluarkan bisa mencapai belasan juta rupiah. Para peserta biasanya membayar biaya operasional di awal, dan jika lolos seleksi, mereka diminta melunasi sisa pembayarannya. Namun, jika gagal lolos, uang yang telah dibayarkan hangus.

Eduart menambahkan, kuat diduga para peserta mendapat dukungan penuh dari orangtua mereka, mengingat tingginya biaya yang diperlukan untuk menggunakan jasa joki, terutama untuk jurusan bergengsi seperti Kedokteran.

“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh peserta UTBK, juga orangtua, agar tidak menempuh cara-cara seperti ini. Ikutilah seleksi secara fair,” tegasnya.

Eduart menekankan selama masih ada permintaan, layanan joki akan terus hidup. “Seperti hukum pasar, kalau ada permintaannya berarti masih bisa dipenuhi. Kalau (joki) ini mau tuntas, maka semua peserta harus sepakat jangan lagi menggunakan jasa seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 25 April 2025, tim SNPMB berhasil mengamankan tujuh orang joki di Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka diketahui membantu 30 peserta dalam ujian tersebut. Selain di USU, kasus serupa juga ditemukan di Universitas Jember (Unej), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Diponegoro (Undip).

Secara keseluruhan, SNPMB menemukan praktik kecurangan di 13 pusat UTBK dengan jumlah peserta yang terlibat mencapai 50 orang. Dari total tersebut, sepuluh orang joki berhasil diidentifikasi.(*)

sumber: Kompas.com

Berita Terbaru

Dari 326 Desa, Baru 27 KDMP Rampung di Serang, Ini Strategi Pemkab

Dari 326 Desa, Baru 27 KDMP Rampung di Serang, Ini Strategi Pemkab

Minggu, 17 Mei 2026 11:33 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 11:33 WIB

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, dari total 326 desa di 29 kecamatan, masih terdapat 134 desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan KDMP.…

Layanan Dukcapil Serang Tembus 991 Dokumen Selama Libur Nasional

Layanan Dukcapil Serang Tembus 991 Dokumen Selama Libur Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 19:54 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 19:54 WIB

Langkah ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan layanan publik sekaligus mempercepat penerbitan dokumen penting bagi masyarakat di Kabupaten Serang.…

Teknologi Diesel Isuzu Pangkas Biaya Operasional hingga 25 Persen

Teknologi Diesel Isuzu Pangkas Biaya Operasional hingga 25 Persen

Sabtu, 16 Mei 2026 19:45 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 19:45 WIB

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyoroti efisiensi operasional sebagai kunci keberlanjutan bisnis pelaku usaha.…

Kunjungan ke KPU Banten, Ade Yuliasih Bahas Risiko Perpanjangan Masa Jabatan

Kunjungan ke KPU Banten, Ade Yuliasih Bahas Risiko Perpanjangan Masa Jabatan

Jumat, 15 Mei 2026 13:29 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 13:29 WIB

Jika pemilu lokal digeser ke 2031, maka ada konsekuensi perpanjangan masa jabatan. Ini harus dikaji secara konstitusional dan kemungkinan memerlukan amandemen.…

Para Perasuk Jadi Film Terbaik FFH April 2026, Anggun dan Aming Borong Penghargaan

Para Perasuk Jadi Film Terbaik FFH April 2026, Anggun dan Aming Borong Penghargaan

Kamis, 14 Mei 2026 13:33 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 13:33 WIB

Sepanjang April 2026, FFH mencatat sedikitnya lima film horor tayang di bioskop.…

Regulasi Mulai Dibuka, Tokenisasi Aset Siap Kuasai Pasar Indonesia

Regulasi Mulai Dibuka, Tokenisasi Aset Siap Kuasai Pasar Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 09:25 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 09:25 WIB

Berdasarkan data Pintu Academy, kapitalisasi pasar tokenisasi aset melonjak dari sekitar US$1,8 miliar pada awal 2024 menjadi hampir US$40 miliar per Mei 2026.…