GoBanten.com - PT Astra Daihatsu Motor memperdalam strategi “link and match” antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri dengan meresmikan Kelas Industri DOJO di SMK Islam 1 Blitar, Jawa Timur. Program ini menjadi langkah konkret memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan dunia kerja.
Peresmian DOJO Class merupakan bagian dari rangkaian “Gebyar Pintar Bersama Daihatsu 2026” yang menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik. Fasilitas ini dirancang menyerupai lingkungan kerja industri otomotif, sehingga siswa dapat mengasah keterampilan teknis sekaligus membangun budaya kerja profesional sejak dini.
Baca juga: Mobil Habis Mudik? 5 Bagian Ini Bisa Rusak Tanpa Disadari!
General Affair Division Head ADM, Ferry Nugroho, menyebut DOJO bukan sekadar ruang praktik, tetapi sarana membentuk karakter industri. “Siswa dilatih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab, selain menguasai keterampilan teknis,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Hingga kini, program Pintar Bersama Daihatsu telah menggandeng 445 SMK di seluruh Indonesia. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas pembinaan agar dampaknya lebih terasa bagi sekolah, guru, dan siswa.
Baca juga: Daihatsu Andalkan Gran Max di GIICOMVEC 2026 untuk Perkuat Mobilitas UMKM
Kegiatan ini juga diisi dengan sinkronisasi kurikulum SMK binaan di wilayah Jawa Timur, NTB, dan Bali agar selaras dengan kebutuhan industri. Selain itu, Daihatsu memberikan sertifikat akreditasi serta bantuan mesin bagi sekolah yang berhasil meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan ini. Menurutnya, kemitraan industri dan pendidikan menjadi kunci menciptakan lulusan yang relevan dan siap kerja.
Baca juga: Daihatsu Uji Kualitas Bengkel Lewat National Skill Contest 2026
Dengan hadirnya DOJO Class di Blitar, Daihatsu mendorong terciptanya ekosistem vokasi yang adaptif, sekaligus menyiapkan SDM unggul untuk menjawab kebutuhan industri otomotif nasional.
Editor : Sondang