GoBanten.com - Kecelakaan maut terjadi di jalur mudik Tol Pejagan–Tegal KM 290B, Tegal, Kamis (19/3/2026). Insiden yang melibatkan mobil minibus dan bus ini menewaskan empat orang, sementara satu balita dalam kondisi kritis.
Kasatlantas Polres Tegal, Bharatungga Dgaruning Pawuri, mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah sopir minibus jenis Toyota Calya yang mengantuk saat berkendara.
Baca juga: Cerita Pemudik: Istirahat, Ngopi, hingga Pijat Gratis di Posko Bank Jakarta
“Hasil olah TKP di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas pengereman dari mobil minibus,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Benturan keras membuat bagian depan mobil minibus ringsek parah, sementara bus Agra Mas mengalami kerusakan di bagian belakang.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas saat arus mudik yang kerap dipicu faktor kelelahan pengemudi.
Baca juga: Arus Mudik Naik 9 Persen, Jalur Penyeberangan Merak–Bakauheni Diperkirakan Padat
Empat korban meninggal dunia diketahui berasal dari Bekasi, yakni sopir minibus Gunawan (43), Devi Agustina (34), serta dua anak Nafisah Meisaroh (12) dan Narendra Dewan Gaozan (9). Sementara itu, seorang balita berusia 3 tahun, Nuriel Arshaka Sachio, mengalami kondisi kritis dan dilarikan ke RS Siaga Medika Pemalang.
Polisi menilai kecelakaan ini menjadi peringatan serius di tengah meningkatnya volume kendaraan pada musim mudik Lebaran. Faktor kelelahan dan kurangnya antisipasi pengemudi masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di jalan tol.
Baca juga: Stok BBM Cukup 21 Hari, Pemerintah Diminta Transparan Kelola Cadangan
“Kami mengimbau kepada para pengemudi agar berhati-hati dan waspada. Jika kondisi tubuh lelah, segera beristirahat di rest area,” tegas Bharatungga.
Kecelakaan ini kembali menyoroti lemahnya kesadaran keselamatan berkendara di jalur cepat, terutama saat lonjakan arus mudik. Tanpa disiplin dan kesiapan fisik, perjalanan pulang kampung justru berujung tragedi.
Editor : Sondang