GoBanten.com - Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menegaskan transformasinya dari sekadar pameran otomotif menjadi panggung ekonomi kreatif dan UMKM. Penyelenggara membuka area khusus pelaku usaha kecil di Gambir Expo, menempatkan produk lokal berdampingan dengan industri otomotif sebagai satu ekosistem bisnis terpadu.
Project Manager IIMS 2026 Rudi MF menyebut keterlibatan UMKM bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari strategi memperluas dampak ekonomi pameran. “UMKM memiliki peran strategis dalam rantai nilai industri otomotif dan ekonomi kreatif. IIMS membuka ruang kolaborasi agar pelaku usaha kecil mendapat akses pasar yang lebih luas,” ujar Rudi di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Peluang UMKM Indonesia ke Pasar Global Terbuka dari Forum di Fujian
Di area pameran, tenant UMKM menampilkan produk lintas sektor, mulai dari kuliner, fesyen lokal, kerajinan, hingga aksesori otomotif berbasis komunitas. Kehadiran mereka dinilai menjadi indikator bahwa pameran otomotif tidak lagi berdiri sebagai industri eksklusif, melainkan ruang interaksi bisnis lintas sektor.
Namun, pengamat ekonomi kreatif menilai keberlanjutan kolaborasi menjadi kunci.
Baca juga: CIMB Niaga Raup Laba Sebelum Pajak Rp4,3 Triliun di Semester I 2026
“Pameran besar sering memberi eksposur sesaat. Tantangannya adalah memastikan UMKM memperoleh dampak ekonomi jangka panjang, bukan hanya efek promosi temporer,” kata analis industri kreatif Dimas Pranata.
IIMS 2026 juga memadukan pameran dengan aktivitas komunitas, motorsport, dan hiburan musik untuk memperluas daya tarik publik. Format ini memperkuat posisi pameran sebagai motor penggerak konsumsi, sekaligus menguji sejauh mana industri otomotif mampu bersinergi nyata dengan sektor ekonomi rakyat.
Baca juga: Festival Bakso Vaganza 2026 Jadi Motor Pertumbuhan UMKM Kuliner
(Deny Pohan)
Editor : Sondang