JAKARTA, GoBanten.com -Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilmy Muhammad, mendesak Kapolri segera mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan dan penjarahan yang menimbulkan kerugian lebih dari Rp1,2 triliun.
Hilmy mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang mengecam aksi anarkis dan membentuk tim reformasi kepolisian. Namun, ia menilai langkah tersebut belum menyentuh inti persoalan.
Baca juga: Mengejutkan! Modus Vape hingga Boneka Dipakai Ko Andre untuk Selundupkan Narkoba ke Indonesia
“Jangan setengah hati. Presiden sudah bicara soal potensi makar, Kapolri sudah memberi laporan, tapi publik tidak melihat tindak lanjut serius. Pelaku lapangan ditangkap, tapi siapa dalangnya? Ini justru yang paling meresahkan,” tegas Hilmy, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, kerusuhan ini bukan aspirasi rakyat, melainkan ulah provokator yang harus segera diusut. Jika penegakan hukum berhenti pada eksekutor di lapangan, maka negara gagal menyentuh akar masalah.
Baca juga: Penangkapan Gembong Narkoba di Kamboja, Komisi III Desak BNN–Polri Lebih Serius
“Wong soal terorisme bisa cepat diungkap. Kenapa dalam kasus sebesar ini justru tidak jelas arahnya? Ada apa sebenarnya?” ujarnya dengan nada kritis.
Hilmy menekankan, rakyat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar pernyataan moral. Ia juga mengingatkan Presiden agar tidak berhenti pada retorika.
Baca juga: Program Stimulus Ekonomi Prabowo Dorong Kewirausahaan dan Tekan Pengangguran
“Negara tidak boleh terlihat gamang menghadapi provokator. Jangan biarkan rakyat kecil jadi tumbal, sementara dalang sebenarnya bebas berkeliaran,” pungkasnya.
Editor : Sondang