Data BPS 2026: Pengangguran Lulusan Sarjana Capai 1,03 Juta Orang

Reporter : Sondang
DPR meminta pemerintah memperluas program padat karya sebagai solusi jangka pendek.

JAKARTA, GoBanten.com - Lonjakan jumlah pengangguran sarjana yang menembus angka 1 juta orang memicu sorotan terhadap lemahnya keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Berdasarkan data Sakernas Mei 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penganggur lulusan sarjana mencapai 1.033.182 orang atau 14,31 persen dari total pengangguran nasional. Kondisi ini dinilai mencerminkan persoalan struktural yang belum terselesaikan.

Baca juga: Masalah Akreditasi hingga SDM, Pendidikan Inklusif di Aceh Perlu Perbaikan

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menilai masalah utama bukan hanya pada terbatasnya lapangan kerja, tetapi juga ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri.

“Terjadi kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Ini yang harus segera dibenahi,” ujar Zainul, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan jumlah sarjana yang tidak diiringi penciptaan lapangan kerja formal membuat persaingan semakin ketat. Akibatnya, banyak lulusan kesulitan terserap di dunia kerja.

Baca juga: Orang Tua Kini Ajarkan Bahasa Asing Sejak Kecil, Apa Manfaatnya?

Zainul mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor industri agar kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Ia juga menekankan pentingnya konsep link and match agar lulusan memiliki keterampilan yang siap pakai.

Selain itu, DPR meminta pemerintah memperluas program padat karya sebagai solusi jangka pendek untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Proyek pembangunan harus mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya menghasilkan infrastruktur,” katanya.

Baca juga: Samsung Luncurkan Program Pendidikan Digital untuk Dukung Kurikulum Merdeka

Ia menegaskan, penanganan pengangguran sarjana membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, kampus, hingga dunia usaha, agar solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Lonjakan angka pengangguran terdidik ini menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan sistem pendidikan dan kebijakan ketenagakerjaan di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru