Jakarta Menuju 500 Tahun, Pelestarian Budaya Betawi dan UMKM Diperkuat

Reporter : Sondang
Melalui peringatan ini, pelestarian budaya Betawi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan. Foto ist

JAKARTA, GoBanten.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499 dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi berbasis budaya sekaligus regenerasi nilai-nilai Betawi di tengah modernisasi ibu kota. Hal ini terlihat dalam rangkaian acara yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, 13–16 Juli 2026.

Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, menilai pelestarian budaya Betawi tidak bisa dilepaskan dari penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari ekosistem budaya lokal.

Festival UMKM Betawi yang digelar dalam perayaan ini menjadi wadah konkret bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda.

“Budaya Betawi harus hidup bersama masyarakatnya. Salah satunya melalui UMKM yang membawa nilai tradisi ke dalam produk ekonomi yang relevan dengan zaman,” ujar Azran, Senin (13/7/2026).

Ia menegaskan, perkembangan Jakarta sebagai kota global harus diimbangi dengan penguatan identitas lokal agar tidak tergerus arus modernisasi. Menurutnya, nilai-nilai seperti gotong royong, keterbukaan, dan keberagaman yang melekat pada budaya Betawi justru menjadi fondasi penting bagi pembangunan kota.

Selain mendorong ekonomi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya. Azran mengajak anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif mengenal dan melestarikan seni, bahasa, hingga kuliner Betawi.

“Menjelang usia lima abad Jakarta, ini saatnya kita tidak hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga merawat jiwanya melalui budaya,” katanya.

Dukungan terhadap peran Azran juga datang dari sejumlah tokoh. Senator asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, menyebut komitmen pelestarian budaya Betawi perlu terus diperkuat dalam kepemimpinan daerah.

Sementara itu, sesepuh Betawi Kolonel (Purn) Djuanda menekankan pentingnya menjaga tata krama dan nilai budaya di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Kegiatan pembukaan turut diwarnai penampilan seni dan pantun Betawi yang melibatkan seniman lokal, sebagai simbol bahwa budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dihidupkan dalam ruang publik.

Melalui peringatan ini, pelestarian budaya Betawi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak pada penguatan ekonomi rakyat dan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar kuat pada tradisinya.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru