BANDUNG, GoBanten.com - Di balik semangat para lansia yang mengikuti kegiatan jalan sehat di Bandung, tersimpan persoalan kesehatan yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka: inkontinensia urin. Kondisi yang kerap dianggap wajar seiring bertambahnya usia ini justru menjadi salah satu penyebab utama lansia membatasi aktivitas sosialnya.
Fenomena tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Happily Day yang mengajak lebih dari 1.000 lansia untuk tetap aktif dan percaya diri di masa golden age. Acara ini tidak hanya menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga edukasi untuk menghapus stigma terhadap inkontinensia urin yang selama ini dikenal sebagai “silent issue”.
Baca juga: Tangerang Gymnastics Club Borong 60 Emas di Ajang Nasional Bandung Gymnastics Championship 2025
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, dr. Lazuardi Dwipa, Sp.PD(K)Ger, menegaskan bahwa inkontinensia urin bukanlah kondisi yang harus diterima begitu saja. “Masalah ini bisa dikelola. Lansia tetap bisa beraktivitas normal dengan penanganan yang tepat dan dukungan lingkungan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Data menunjukkan prevalensi inkontinensia urin pada lansia di komunitas bisa mencapai 72,5 persen, terutama pada perempuan. Namun, minimnya edukasi membuat banyak penderita memilih menutup diri karena rasa malu, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup.
Melalui sesi talkshow edukatif dan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan ini mencoba mengubah persepsi masyarakat bahwa masa tua bukan berarti kehilangan produktivitas. Lansia justru didorong untuk tetap bergerak, bersosialisasi, dan menjalani hidup secara aktif.
Perwakilan penyelenggara, Hellena Gracia, menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kepercayaan diri lansia. “Kami ingin menghilangkan rasa takut dan stigma, sehingga lansia bisa menjalani hari dengan lebih nyaman dan bahagia,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow di sejumlah kota di Indonesia sepanjang 2026. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik bahwa kualitas hidup lansia perlu dijaga secara menyeluruh, termasuk dari aspek kesehatan yang sering terabaikan.
Dengan semakin terbukanya ruang diskusi mengenai inkontinensia urin, diharapkan lansia tidak lagi merasa sendiri menghadapi kondisi tersebut, serta dapat tetap aktif dan menikmati masa golden age dengan lebih bermakna.
Editor : Sondang