Kesehatan

Tren Cedera Olahraga Naik di Usia Muda, Ini Upaya Penanganannya

Reporter : Sondang
Penanganan yang terlambat dinilai dapat menghambat pemulihan fungsi gerak dan menurunkan kualitas hidup pasien. Foto ist

GoBanten.com - Peningkatan tren gaya hidup aktif di masyarakat turut memicu naiknya kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada usia produktif. Data menunjukkan cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan 60 persen kasus terjadi di area kaki dan lutut serta didominasi kelompok usia muda.

Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak kasus tidak ditangani sejak awal, sehingga berpotensi berkembang menjadi cedera kronis. Penanganan yang terlambat dinilai dapat menghambat pemulihan fungsi gerak dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Menanggapi hal tersebut, Primaya Hospital memperkuat layanan ortopedi terintegrasi di Bekasi Timur melalui pengembangan teknologi dan pendekatan multidisiplin. Sejak berdiri pada 2021, layanan ini telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis dari berbagai kasus, mulai dari cedera olahraga hingga trauma kompleks.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Meizar Rizaldi, mengatakan inovasi teknologi menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pasien. “Kami mengadopsi teknologi seperti perangkat rehabilitasi berbasis robotik untuk membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan, pengembangan layanan juga mencakup terapi berbasis biologis untuk mendukung proses penyembuhan yang lebih optimal. Pendekatan ini dilakukan secara terintegrasi, mulai dari diagnosis hingga rehabilitasi.

Sementara itu, dokter spesialis ortopedi Evan menekankan pentingnya penanganan yang menyeluruh. “Pendekatan komprehensif tidak hanya fokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga pemulihan fungsi dan kualitas hidup pasien,” katanya.

Menurutnya, dengan penanganan yang tepat, banyak pasien—including atlet—dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi medis sejak dini dalam menangani cedera olahraga.

Pihak rumah sakit menilai peningkatan kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko cedera serta tidak menunda penanganan medis guna mencegah dampak jangka panjang.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru