Arus Mudik Lebaran

Merak Mulai Dipadati Pemudik, Lonjakan Kendaraan Tembus 65 Persen

Reporter : Sondang
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut sejumlah fasilitas tambahan juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan penumpang di pelabuhan. Foto ist

GoBanten.com - Arus mudik dari Jawa menuju Sumatera mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada H-7 Lebaran 2026. Data posko penyeberangan mencatat peningkatan tajam jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui sejumlah pelabuhan utama di Banten.

Berdasarkan data Posko Merak pada 14 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, sebanyak 72.735 penumpang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Jumlah tersebut melonjak 52,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 47.630 orang.

Baca juga: Arus Mudik Naik 9 Persen, Jalur Penyeberangan Merak–Bakauheni Diperkirakan Padat

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada pergerakan kendaraan. Tercatat 17.067 unit kendaraan menyeberang pada H-7, meningkat 65,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 10.302 unit.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan peningkatan tersebut menjadi sinyal awal menguatnya arus mudik menuju Sumatera menjelang puncak Lebaran.

“Kami melihat pergerakan masyarakat mulai meningkat menjelang periode mudik. Untuk itu, ASDP memperkuat kesiapan operasional armada, fasilitas pelabuhan, serta sistem layanan agar perjalanan pengguna jasa tetap lancar,” ujar Heru, Minggu (15/3/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan, operator penyeberangan menyiapkan tambahan kapal di sejumlah lintasan utama. Pada lintasan Merak–Bakauheni disiapkan 28 hingga 33 kapal per hari. Sementara lintasan Ciwandan–Wika Beton dioperasikan 9 hingga 12 kapal per hari, dan lintasan BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu disiapkan 10 hingga 12 kapal per hari menyesuaikan kondisi lapangan.

Selain menambah armada, pengelola pelabuhan juga menerapkan sistem penundaan kendaraan (delaying system) di sejumlah buffer zone untuk mencegah kepadatan di area pelabuhan.

Baca juga: Ini Aturan dan Jadwal Ganjil Genap Menuju Pelabukan Merak

Skema distribusi kendaraan juga diberlakukan dengan memprioritaskan Pelabuhan Merak untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara bagi kendaraan logistik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengaturan operasional tersebut dilakukan agar arus mudik dapat berlangsung lebih tertib dan aman di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut sejumlah fasilitas tambahan juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan penumpang di pelabuhan, mulai dari penambahan toilet, penerangan area, hingga layanan bagi kelompok rentan seperti jalur difabel, ruang laktasi, dan fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, data kumulatif sejak H-10 hingga H-7 menunjukkan total 199.011 penumpang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Angka ini turun tipis 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 202.791 orang.

Namun jumlah kendaraan justru meningkat. Tercatat 49.026 unit kendaraan telah menyeberang pada periode tersebut, naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 46.393 unit.

Untuk arus sebaliknya, dari Sumatera menuju Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, tercatat 138.179 penumpang sejak H-10 hingga H-7 atau turun 5,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara kendaraan yang menyeberang mencapai 31.660 unit, naik tipis 1,1 persen.

Lonjakan kendaraan pada awal periode mudik ini menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah menjelang Lebaran, sekaligus menjadi tantangan bagi pengelola transportasi untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di Selat Sunda.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru