Perang Timur Tengah

Ahmad Vahidi Pimpin Garda Revolusi, Iran Perkuat Komando di Tengah Eskalasi Perang

Reporter : Sondang
Nama Vahidi juga lama menjadi kontroversi internasional. Otoritas Argentina menuduhnya terlibat dalam pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires pada 18 Juli 1994 yang menewaskan 85 orang

GoBanten.com - Iran menunjuk Ahmad Vahidi sebagai Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggantikan Mohammed Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Penunjukan itu menandai konsolidasi cepat struktur militer Teheran di tengah eskalasi konflik kawasan.

Media semi-pemerintah Mehr News melaporkan Vahidi resmi menjabat sebagai Komandan Tertinggi IRGC pada Minggu (1/3/2026). Pergantian pucuk komando dilakukan hanya sehari setelah serangan militer yang menewaskan sejumlah pejabat kunci Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani.

Baca juga: Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Warga Terisolasi dari Dunia Internasional

Penunjukan Vahidi dinilai sebagai sinyal penguatan garis keras di tubuh IRGC. Ia sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan dan dikenal berperan dalam penanganan keras demonstrasi domestik, termasuk gelombang protes 2022 yang dipicu kematian Mahsa Amini.

Baca juga: Bentrokan Berdarah di Karachi, 9 Tewas saat Protes Kematian Khamenei

Nama Vahidi juga lama menjadi kontroversi internasional. Otoritas Argentina menuduhnya terlibat dalam pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires pada 18 Juli 1994 yang menewaskan 85 orang. Saat itu, Vahidi disebut menjabat komandan unit Pasukan Quds IRGC. Tuduhan tersebut berujung pada penerbitan red notice oleh Interpol sejak 2007.

Pemerintah Iran secara konsisten membantah seluruh tuduhan dan menolak mengekstradisi Vahidi. Namun rekam jejak itu terus membayangi hubungan Teheran dengan negara-negara Barat dan Amerika Latin.

Baca juga: Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Gugur di Teheran

Penunjukan komandan baru di tengah jatuhnya elit keamanan memperlihatkan upaya Iran menjaga kesinambungan komando militer sekaligus menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada front eksternal, tetapi juga mengguncang inti struktur kekuasaan negara.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru