SERANG, GoBanten - Temuan tujuh titik terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga sekitar. Hingga kini, pembersihan belum dapat dilakukan karena belum tersedia lokasi penyimpanan limbah berbahaya tersebut.
Sejumlah titik seperti Kampung Bunian dan Kampung Barengkok masih dipasangi garis polisi. Namun, warga mengaku hidup dalam ketidakpastian karena aktivitas sehari-hari terganggu. “Sejak ada berita itu, kami jadi takut keluar malam. Anak-anak juga dilarang main di sekitar lokasi. Bahayanya tidak terlihat mata, jadi bikin kami khawatir,” ujar warga Kampung Bunian yang tidak mau disebut namanya, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Dana RKUD Rp3 Triliun Dialihkan, Pemkab Serang Percayakan ke Bank Banten
Camat Cikande, Mochamad Agus, mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi area terkontaminasi, bahkan memasang portal pembatas. Namun sebagian warga masih melintas karena belum memahami bahaya radiasi.
Baca juga: Banten Perkuat Modernisasi Pertanian, 21 Petani Milenial Dikirim Magang ke Jepang
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Madya Bapeten, Abdul Qohhar, menjelaskan remediasi belum bisa dilakukan. “Kami masih menunggu keputusan lintas kementerian. Tanpa lokasi penyimpanan khusus, pemindahan limbah justru bisa berbahaya,” jelasnya.
Baca juga: Bupati Serang Pastikan Korban Pelecehan Seksual di Waringinkurung Dapat Perlindungan Hukum
Ia menambahkan, keterbatasan tenaga manusia dan luasnya area terpapar membuat proses remediasi semakin kompleks. Dari tujuh hingga delapan titik teridentifikasi, semuanya memerlukan prosedur keselamatan radiasi yang ketat. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru: apakah zat berbahaya bisa menyebar lebih luas sebelum pembersihan dilakukan.
Editor : Sondang