Dianggap Sering Buat Kebijakan Kontroversi, CERI Usul Bahlil Dicopot dari Jabatan Menteri ESDM

Reporter : Roby
Yusri Usman

Jakarta, GoBanten.com - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menyoroti kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menilai sejumlah kebijakan yang diambil oleh Ketua Umum Partai Golar ini berpotensi merugikan reputasi Presiden Prabowo Subianto.

"Jika ada reshuffle kabinet setelah Lebaran, kami usulkan agar Bahlil diganti karena kementerian ESDM sangat vital untuk ketahanan energi negara," ujar Yusri dalam keterangannya kepada media, Rabu (9/4).

Selama ini, lanjut dia, posisi Menteri ESDM selalu dijabat oleh seorang teknokrat, bukan politisi, untuk menjaga independensi dan fokus pada kepentingan nasional.

Yusri membeberkan, kebijkan kontroversi Bahlil terungkap ke publik sepertinya tanpa dasar kajian akademik yang memadai dan dapat masukan dari ahli di bidangnya. Hal ini berdampak timbulnya sentimen negatif terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor energi.

Ia juga menyoroti pernyataan Bahlil mengenai hilirisasi LPG, yang dianggap tidak realistis. "LPG itu produk akhir, bukan barang yang bisa dihilirkan lagi. Produksi LPG Indonesia juga terbatas, jadi impor tetap diperlukan," jelas Yusri.

Selain itu, rencana pembangunan kilang minyak 1 juta barel per hari yang diumumkan Bahlil juga dianggap sulit mendapatkan dukungan finansial dari lembaga keuangan global.

Kritik lainnya datang dari keputusan Bahlil yang mengalihkan sejumlah proyek penting ke pihak lain tanpa pertimbangan teknis dan komersial yang jelas. Yusri menyebut langkah ini berpotensi menambah ketidakpastian dalam pengelolaan energi nasional.

Puncaknya, Yusri bertanya apakah semua kebijakan kontroversial Bahlil mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Semua itu mungkin akan terjawab jika reshuffle kabinet benar-benar terjadi.(*)

Editor : Roby

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru