Film CLBK: Cinta Lama Babak Kedua yang Penuh Nostalgia dan Luka

Reporter : Sondang
Film yang akan tayang mulai 2 Juli 2026 ini bercerita tentang Abi dan Sita, dua sosok yang dipertemukan kembali setelah lebih dari 50 tahun berpisah.

JAKARTA, GoBanten.com - Kisah cinta tak lagi identik dengan anak muda. Film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) justru menghadirkan sudut pandang berbeda dengan mengangkat romansa di usia senja, sekaligus menjadi refleksi tren baru dalam gaya hidup dan cara memaknai hubungan.

Film yang akan tayang mulai 2 Juli 2026 ini bercerita tentang Abi dan Sita, dua sosok yang dipertemukan kembali setelah lebih dari 50 tahun berpisah. Pertemuan tersebut tidak hanya membawa nostalgia, tetapi juga membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.

Di tengah kehidupan yang sudah berjalan masing-masing, kisah mereka menunjukkan bahwa perasaan tidak selalu selesai oleh waktu. Justru, pengalaman hidup, keluarga, dan perjalanan panjang membuat makna cinta menjadi lebih kompleks dan realistis.

Sutradara Ivander Tedjasukmana menyebut film ini sebagai gambaran bahwa cinta bisa hadir di fase kehidupan mana pun. “Kami ingin menunjukkan bahwa perasaan yang tertunda tidak selalu hilang, dan kesempatan kedua bisa datang kapan saja,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Menariknya, cerita tidak hanya berfokus pada Abi dan Sita, tetapi juga memperlihatkan dampak masa lalu terhadap generasi berikutnya. Konflik yang muncul ikut memengaruhi hubungan cucu mereka, menghadirkan dinamika keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dibintangi aktor senior Slamet Rahardjo dan Widyawati, film ini memperkuat pesan bahwa cinta tidak mengenal usia. Sementara versi muda karakter diperankan oleh Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah, yang membantu menggambarkan perjalanan emosi dari masa ke masa.

Lebih dari sekadar film romantis, CLBK mencerminkan gaya hidup modern yang mulai terbuka terhadap cerita cinta di usia matang. Bahwa kebahagiaan, penyesalan, dan kesempatan kedua adalah bagian dari perjalanan hidup yang bisa datang kapan saja.
Film ini menjadi pengingat sederhana: cinta mungkin tertunda, tetapi tidak selalu berakhir.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru