GoBanten.com - Pemerintah Provinsi Banten memberangkatkan 21 petani milenial untuk mengikuti program magang pertanian di Jepang selama satu hingga dua tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat modernisasi sektor pertanian berbasis teknologi.
Gubernur Andra Soni menyatakan, jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbanyak sejak program tersebut dimulai pada 1984. Ia menilai, pengiriman petani muda ke Jepang penting untuk menyerap teknologi pertanian maju yang dapat diadaptasi di daerah.
Baca juga: Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 NM, Hasilnya Mengejutkan
“Pertanian ke depan harus ditopang sumber daya manusia yang melek teknologi. Ini penting untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian Delapan Korban Speed Boat Diperluas di Selat Sunda
Andra juga menyoroti posisi strategis Banten sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan bagi Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, peningkatan kualitas petani akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan pangan.
Plt Kepala Dinas Pertanian Banten, M Nasir, menjelaskan 21 peserta dipilih dari 48 pendaftar melalui proses seleksi ketat. Mereka juga telah menjalani pendidikan dan pelatihan selama 50 hari untuk pembekalan teknis dan adaptasi budaya sebelum diberangkatkan pada 13 April.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak, 26 Desa di Anyer-Cinangka Dapat Masker
“Jepang menjadi salah satu rujukan utama karena dikenal sebagai barometer teknologi pertanian dunia, mulai dari mekanisasi hingga efisiensi produksi,” jelasnya.
Editor : Sondang