BSD, GoBanten.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau langsung strategi pengembangan kendaraan rendah emisi yang ditampilkan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut menyoroti langkah Hyundai dalam mendorong transisi industri otomotif nasional melalui pendekatan Balanced Powertrain, yang mencakup kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid electric vehicle (HEV), hingga battery electric vehicle (EV).
“Pemerintah mendukung penuh pengembangan industri otomotif, khususnya kendaraan elektrifikasi yang memiliki nilai tambah tinggi dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita di sela kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Menperin didampingi President Director HMID Kenny Lee dan Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah prototipe Hyundai NEIRA, SUV listrik tujuh penumpang yang dirancang untuk pasar Indonesia.
Menurut Kenny Lee, kehadiran NEIRA menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Hyundai di Indonesia. “Kami melihat Indonesia sebagai pasar strategis sekaligus basis produksi penting. NEIRA dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen lokal dan rencananya akan diproduksi di dalam negeri,” kata Kenny.
Produksi lokal NEIRA di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik.
Selain NEIRA, Hyundai juga memamerkan sejumlah model lainnya seperti New PALISADE, STARIA EV, STARIA HEV, IONIQ 9, dan IONIQ 3. Kehadiran berbagai model tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam menyediakan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang masih beragam.
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto menegaskan bahwa pendekatan Balanced Powertrain menjadi solusi transisi yang relevan. “Kami memahami bahwa adopsi kendaraan listrik tidak bisa terjadi secara instan. Karena itu, kami tetap menghadirkan pilihan ICE dan hybrid sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh,” ujarnya.
Kunjungan Menperin ke booth Hyundai dinilai menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap investasi dan inovasi di sektor otomotif. Hal ini sekaligus mempertegas arah kebijakan nasional dalam mendorong kendaraan ramah lingkungan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Melalui partisipasinya di GIIAS 2026, Hyundai menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam transformasi industri otomotif Indonesia menuju mobilitas berkelanjutan.
Editor : Sondang