JAKARTA, GoBanten.com - Peran festival kuliner sebagai penggerak ekonomi mikro kembali terlihat dalam ajang Sasa Bakso Vaganza 2026 yang digelar di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan 50 pelaku usaha bakso dari berbagai daerah, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan jumlah peserta mencerminkan tingginya minat pelaku UMKM kuliner untuk memperluas pasar melalui event offline yang mempertemukan langsung produsen dan konsumen. Selain meningkatkan penjualan, festival juga menciptakan perputaran ekonomi dari berbagai sektor pendukung seperti bahan baku, distribusi, hingga jasa.
Baca juga: Prambanan Jazz 2026 Pecahkan Rekor 85 Ribu Penonton, Ini Dampaknya
Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk memperkuat daya saing melalui inovasi produk dan interaksi langsung dengan pasar.
“Festival ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas sekaligus memperkuat posisi mereka di tengah persaingan industri kuliner,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Cita Loka Fest 2026 Apresiasi Inovasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta
Sasa Bakso Vaganza 2026 menampilkan beragam kategori, mulai dari bakso legendaris hingga bakso kekinian yang tengah diminati pasar. Variasi tersebut menunjukkan bahwa industri bakso terus berkembang dengan menggabungkan kekuatan tradisi dan inovasi.
Di sisi lain, subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap PDB sektor tersebut. Hal ini membuat penguatan UMKM kuliner dinilai strategis karena memiliki dampak berantai terhadap sektor lain, termasuk peternakan, industri bumbu, hingga perdagangan.
Baca juga: Banten Perkuat UMKM Perempuan, Akses Permodalan Dipermudah
Dengan target sekitar 14.000 pengunjung selama dua hari, festival ini diharapkan mampu meningkatkan transaksi langsung sekaligus memperluas jaringan bisnis para pelaku usaha. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa event kuliner dapat berkembang menjadi platform kolaborasi yang memperkuat ekosistem industri makanan dan minuman di Indonesia.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, akses pasar dan inovasi dinilai menjadi kunci utama bagi UMKM untuk bertahan dan tumbuh. Festival seperti Bakso Vaganza menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kuliner lokal. (Denny)
Editor : Sondang