Mattel Indonesia Tingkatkan Efisiensi Operasional Lewat BZone ERP

Reporter : Sondang
Laporan IDC memperkirakan belanja transformasi digital dunia mencapai US$3,9 triliun pada 2027.

JAKARTA, GoBanten.com -Transformasi digital di sektor manufaktur kian bergeser dari sekadar efisiensi menuju kepatuhan regulasi. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia) mengimplementasikan sistem BZone IT Inventory di PT Mattel Indonesia untuk memperkuat pengelolaan kawasan berikat yang terintegrasi dan real-time.

Berbeda dari pendekatan digitalisasi konvensional, implementasi BZone menitikberatkan pada integrasi antara operasional logistik, manajemen inventori, hingga pelaporan kepabeanan dalam satu platform. Sistem ini juga telah terhubung dengan CEISA 4.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sehingga mempercepat proses pelaporan sekaligus meningkatkan akurasi data.

Baca juga: Perpres 111/2025 Perkuat Upaya Pencegahan LGBTQ di Era Digital

CEO ERP Indonesia, Anang Ind Pratama, menegaskan bahwa industri manufaktur kini menghadapi tantangan baru, yakni menyelaraskan operasional dengan regulasi yang semakin terdigitalisasi.

“Kepatuhan bukan lagi beban administratif, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis. BZone hadir untuk memastikan proses operasional dan pelaporan berjalan selaras dan efisien,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: JakOne Mobile Jadi Andalan Transaksi di Jakarta Fair 2026

Implementasi ini juga mencerminkan kebutuhan perusahaan global seperti Mattel Indonesia dalam menghadapi kompleksitas rantai pasok dan tingginya volume transaksi ekspor-impor. Dengan sistem berbasis real-time, potensi kesalahan data dapat ditekan, sekaligus memperlancar arus barang.

Sementara itu, CCO ERP Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis memperluas penerapan solusi ERP di sektor manufaktur ekspor. “BZone dirancang fleksibel agar mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi, sekaligus menjawab kebutuhan operasional yang kompleks,” katanya.

Baca juga: Kolaborasi Bank Jakarta dan Blibli Hadirkan Pengalaman Belanja Digital di PRJ 2026

Di tengah tren global, transformasi digital memang menjadi kebutuhan mendesak. Laporan IDC memperkirakan belanja transformasi digital dunia mencapai US$3,9 triliun pada 2027, sementara indeks daya saing digital Indonesia terus meningkat pada 2026.

Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mengadopsi sistem terintegrasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga transparan dan patuh regulasi. Ke depan, ERP Indonesia menargetkan pengembangan BZone secara berkelanjutan guna mendukung industri manufaktur nasional dalam meningkatkan daya saing global melalui digitalisasi yang terintegrasi.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru