GoBanten.com - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat strategi pemberdayaan ekonomi perempuan dengan menyiapkan berbagai program stimulus, mulai dari pelatihan, bantuan peralatan, hingga kemudahan akses permodalan perbankan.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan langkah ini ditujukan untuk mendorong perempuan lebih mandiri secara ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Baca juga: Gempa 5,5 M di Banten, BMKG Minta Warga Waspada Gempa Susulan
“Pemprov Banten akan terus mendorong realisasi program ini, termasuk mempermudah akses permodalan di perbankan,” ujarnya usai menghadiri pengukuhan Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (BPWI) Klub Banten di KP3B, Kota Serang.
Menurut Dimyati, peluang usaha bagi perempuan terbuka luas, terutama melalui industri rumahan seperti kerajinan, fesyen, dan kuliner. Dukungan teknologi digital dan media sosial dinilai menjadi modal penting untuk memulai usaha dari skala kecil.
Baca juga: 273 Ribu Wisatawan Padati Anyer-Cinangka, Sektor Pariwisata Bergeliat
Dalam kesempatan yang sama, Irna Narulita resmi dikukuhkan sebagai Presiden BPWI Klub Banten periode 2025–2028 oleh Giwo Rubianto Wiyogo. Ia menegaskan komitmennya untuk memperluas kapasitas dan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Saya yakin banyak perempuan Banten yang produktif. Tinggal kita optimalkan agar manfaatnya lebih luas,” ujar Irna.
Baca juga: Prambanan Jazz 2026 Pecahkan Rekor 85 Ribu Penonton, Ini Dampaknya
Giwo menambahkan, penguatan literasi digital juga menjadi fokus, termasuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang telah mulai diikuti anggota BPWI Banten.
Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem wirausaha perempuan yang tangguh dan adaptif di tengah perkembangan ekonomi digital.
Editor : Sondang